“kita harus memilih lokasi yang tepat untuk dapat melatih kemampuan
dasar anggota dalam survival sekaligus bisa melatih kemampuan Navigasi darat
bagi anggota senior aruna pala” ujar Niko salah satu pioneer aruna pala dalam pertemuan
rutin ASAP aruna pala
Dusun Kalipagu
dipilih sebagai tempat latihan bukan tanpa alasan, dusun Kalipagu dipilih
karena Vegetasi hutannya cukup lebat dan banyak tanaman yang cocok dijadikan
sebagai sumber makanan dalam latihan survival. Selain itu karena kawasan dusun
kalipagu merupakan daerah perbukitan dan cocok sebagai lokasi latihan dari
Navigasi darat.
“Kalipagu pas jika dijadikan sebagai lokasi latihan survival dan
navigasi darat karena daerah kalipagu dekat dengan daerah perbukitan gunung
slamet dan vegetasinya cocok untuk melatih keterampilan Survival Anggota” kata
Yogi salah satu anggota senior Aruna pala.
“latihan kali ini tentu memiliki tujuan, agar anggota mampu
memperdalam dan mempraktikan kembali teknik-teknik dari survival dan navigasi
darat” sambung Mugi anggota senior aruna pala
Minggu (7/3/2021) pukul 08.30 WIB anggota senior Aruna pala yang mengikuti latihan survival
dan navigasi darat berangkat dari Desa Limbangan Kec. Kutasari, Kab.
Purbalingga sampai di Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kec. Baturraden, Kab.
Banyumas pukul 09.15 WIB. Sesampainya di Basecamp ASAP melakukan breaving
mengenai latihan yang akan dilakukan dan dibagi menjadi dua tim, tim survival
dan tim navigasi darat.
Tim survival langsung
menuju hutan bukit delem. Dari basecamp menuju lokasi survival dapat ditempuh
dalam waktu 20 menit. Lokasi latihan dari tim survival bukit Delem, dapat
dikatan sangat cocok untuk mengasah kemampuan dari anggota dalam melakukan
survival. Vegetasi dibukit Delem masih bagus, banyak tanaman yang aman untuk
dikonsumsi. Seperti beri hutan yang hampir tersebar disepanjang jalan menuju
lokasi survival dan pakis yang mungkin juga tersebar di seluruh bagian bukit
delem. Selain itu tersebar juga pohon palem yang masih muda, dimana survivor
dapat memanfaatkan batang mudanya sebagai bahan makanan. Serta anak sungai yang
dapat dijadikan sebagai sumber air bagi survivor untuk penunjang hidup.
Dalam melakukan
latihan survival ini, tim survival dibagi menjadi dua kelompok. Masing masing kelompok
memiliki tugas yang sama yaitu untuk belanja makanan (mencari sumber makanan
dihutan), membuat perapian dan mendirikan bivak. dalam melaksanakan tugas
tersebut setiap kelompok diberi waktu selama 2 jam. Untuk dapat menilai
kemampuan dasar survival dari masing-masing anggota. Selain itu juga untuk
dapat menanamkan jiwa kepemimpinan serta peran dari anggota aruna pala dan juga
mempererat ikatan kekeluargaan dalam diri masing-masing anggota.
Berbeda dengan
tim survival, kegiatan dari tim navigasi darat adalah mencoba untuk dapat menemukan tim survival
yang sudah berada di bukit delem. Dengan mengandalkan koordinat yang diberikan
oleh koordinator tim survival kepada tim navigasi darat. Tim navigasi darat melakukan
innersecstion (istilah dalam navigasi darat untuk menentukan lokasi suatu objek
pada peta) guna menemukan lokasi tim survival. Dalam hal ini tujuannya selain
mengasah kemampuan dasar navigasi darat anggota, juga dalam rangka melatih
kemampuan SAR.
Dalam simulasi
ini tim survival adalah korban yang harus dicari oleh tim navigasi darat. Tim
navigasi darat diberi waktu selama 2 jam untuk melakukan pencarian korban.
Tentunya dengan menerapkan prinsip dari navigasi darat dan SAR.
Harapannya setelah
melaksanakan latihan ini anggota dapat lebih terbina, sehingga memiliki basic
skillnya masing-masing tidak mengandalkan salah satu anggota saja. Dan dapat
menjadi contoh yang baik bagi calon anggota yang akan dibinanya. “Anggota
senior harus bisa menjadi contoh yang baik, baik skillfull maupun smartfull.
Agar dapat ditiru oleh anggota yang nanti akan dididiknya.” Tegas Niko
Tidak
hanya dari basic kegiatannya saja, latihan ini juga mengharapkan kebersamaan
dan kekeluargaan antar anggota Aruna pala semakin erat serta rasa solidaritas
sesama anggota semakin tinggi.
Salam
Lestari....!!!
Kontributor : NRA:AP/XV-141/15/PKB
Editor :
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar