Lalu bagaimana cara kita untuk tetap menikmati alam tanpa
merusak alam yang ada ?
bagi kalian yang ingin berkegiatan dialam alangkah baiknya
kalian tahu apa sih yang perlu diperhatikan dalam berkegiatan dialam bebas
Dalam Organisasi
Pecinta alam, Dikenal dengan adanya 3 etika pecinta alam. Etika pecinta alam yang
sekarang dikenal, merupakan etika yang biasa diterapkan oleh Caver (seseorang
yang melaksanakan kegiatan Susur Gua) ketika melakukan kegiatan Caving
(Kegiatan susur Gua). Yang pada perkembangannya Etika ini diterapkan didalam
berkegiatan dialam. Apa saja 3 etika Pecinta alam itu ?
1. Tidak Meninggalkan apapun kecuali Jejak;
2. Tidak Mengambil apapun kecuali Gambar;
3. Tidak Memburu apapun kecuali Waktu.
Mungkin banyak dari kalian yang belum mengetahui apa itu 3
etika pecinta alam. Etika sendiri dapat diartikan sebagai tata tingkah laku,
jadi etika pecinta alam dapat dikatakan sebagai tata tingkah laku (kita sebagai
manusia) berkegiatan dialam dalam upaya menjaga kelestarian alam.
Bagi kalian
yang suka Mendaki Gunung (Hiking), Camping, Jalan-jalan dipantai, atau sekedar
menikmati keindahan alam yang ada. Pastilah pernah bahkan sering melihat/menemukan
peringatan/tulisan “Bawa turun sampahmu”, “Sampahmu Raimu”, “Buanglah sampah
Pada Tempatnya”, atau sekedar candaan “Buanglah Mantan Pada Tempatnya, Buang
sampah Pada...”. Hal-hal tersebut merupakan salah satu contoh penerapan etika
pecinta alam. Dalam menikmati alam yang ada, Kita harus bisa menerapkan prinsip
Tidak Meninggalkan Apapun Kecuali Jejak. Prinsip ini akan menjadikan
kita manusia yang mencintai alam sekaligus menjaga alam itu sendiri. Prinsip
ini mengajarkan kita untuk tetap menjaga keasrian dari alam yang kita kunjungi
untuk tetap terjaga keasriannya. Termasuk tidak melakukan Kegiatan
vandalisme. Sebagai tamu dialam kita wajib
menjaga keaslian dari keadaan alam yang kita kunjungi dan kita nikmati.
Untuk tetap
menjaga Keadaan alam dan Keasrian dari alam yang kita kunjungi, Etika yang
selanjutnya yang perlu kita pahami dalam berkegiatan dialam adalah Tidak Mengambil
Apapun Kecuali Gambar. Selfie ? Boleh..!!, Jepret kanan Jepret Kiri
Tentulah boleh. Hal ini bertujuan agar kita tidak merusak keadaan alam. Etika
ini juga berguna dalam menjaga kelestarian alam yang ada dan mengurangi resiko
rusaknya alam.
Selanjutnya Tidak
memburu apapun kecuali waktu. Sudah menjadi Hukum alam bahwa waktu adalah
hal yang berharga dan waktu tidak akan dapat diputar kembali. Etika ini
mengajarkan betapa berharganya waktu, jadi dialam pun kita juga tidak boleh
menyia - nyiakan waktu. Selain itu Etika ini juga termasuk bentuk larangan
untuk memburu. Memburu yang dimaksud adalah memburu dalam arti sebenarnya
seperti memburu hewan yang ada dialam dimana kita berada. Karena kegiatan
memburu berpotensi merusak Habitat/komunitas satwa liar dan tentunya berpotensi
merusak kondisi alam yang ada. Kecuali
dalam keadaan terdesak ketika kita dituntut untuk bertahan hidup dialam bebas
(Survival).
Sudah
Menjadi Kewajiban Kita Untuk Menjaga Alam agar dapat dinikmati oleh Generasi
berikutnya. Karena sesungguhnya Alam yang Indah ini, alam yang kita nikmati ini
sejatinya adalah bukan milik kita sendiri. Jadi kewajiban kita adalah untuk
menjaganya dan Hak kita adalah untuk Menikmati tanpa harus merusak kondisi alam
yang ada.
Salam
Lestari...!!!
Kontributor : NRA/AP-141/XV/PKB dan NRA/AP-165/XIX/ES
Editor :
Sumber :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar