Di Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, terdapat sebuah batu unik yang dikenal dengan nama Watu Cungur. Lokasinya berada di bawah jembatan yang menghubungkan Desa Bumisari dengan Desa Cipaku, menjadikannya salah satu ikon budaya yang menarik perhatian.
![]() |
| (Dokumentasi Arunapala SMA Negeri 1 Kutasari) |
Keunikan Watu Cungur
Sesuai namanya, Watu Cungur adalah batu besar dengan dua lubang
yang menyerupai cungur atau hidung dalam bahasa Jawa. Bentuknya yang khas
menjadi daya tarik tersendiri, terutama karena ia menyimpan cerita dan
kepercayaan masyarakat lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Mitos yang Menyelimuti Watu
Cungur
Watu Cungur juga tidak lepas dari cerita mitos yang berkembang di
masyarakat sekitar. Salah satu kepercayaan yang masih diyakini adalah terkait ketinggian
air sungai di sekitar batu ini.
Masyarakat percaya, jika ketinggian air sungai mencapai lubang Watu Cungur, mereka dilarang keras menyeberangi sungai tersebut. Konon, siapa saja yang melanggar larangan ini akan terseret air dan masuk ke dalam lubang batu. Meski hanya sebatas cerita rakyat, kepercayaan ini mengandung nilai kehati-hatian yang diwariskan oleh para leluhur kepada masyarakat.
![]() |
| (Dokumentasi Arunapala SMA Negeri 1 Kutasari) |
Menghormati Tradisi Lokal
Sebagai bagian dari tradisi dan budaya lokal, Watu Cungur tidak hanya
menjadi simbol unik Desa Bumisari dan Cipaku, tetapi juga mengingatkan kita
akan pentingnya menghormati adat dan kepercayaan masyarakat setempat. Apakah
Anda mempercayainya atau tidak, hal ini menunjukkan kekayaan budaya yang
dimiliki daerah tersebut dan menjadi bukti eratnya hubungan masyarakat dengan
alam sekitarnya.
Pesona Watu Cungur Sebagai Wisata
Budaya
Watu Cungur tidak hanya menarik sebagai objek budaya, tetapi juga sebagai
potensi wisata yang bisa dikembangkan. Dengan keunikan bentuknya, cerita
rakyat, dan mitos yang melingkupinya, batu ini dapat menjadi daya tarik bagi
wisatawan yang ingin mempelajari budaya lokal sekaligus menikmati keindahan
alam Desa Bumisari.
Sebagai pengunjung, Anda dapat mengabadikan keunikan batu ini dan mendengar
langsung cerita masyarakat setempat yang penuh dengan nilai sejarah dan
tradisi. Tentu saja, penting untuk tetap menjaga lingkungan dan menghormati
adat yang berlaku.
![]() |
| (Tim Redaksi Arunapala : Lefia, Misrianti, Intan, Tasya, Siti, Sanah, Catur) |
Warisan Budaya yang Patut Dijaga
Watu Cungur adalah simbol unik yang memperkaya tradisi dan budaya Desa
Bumisari dan Cipaku. Keberadaannya tidak hanya menjadi bukti kekayaan lokal,
tetapi juga mengajarkan nilai-nilai penghormatan terhadap alam dan budaya.
Bagi Anda yang tertarik dengan kearifan lokal, Watu Cungur adalah destinasi
yang layak untuk dikunjungi. Temukan keunikan dan kisahnya, serta jadilah
bagian dari pelestarian budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi
Tim Redaksi : Anaful Hazis, Fikrian Ali Nurfalah, Lefia, Misriyanti, Intan Shururi, Tasya Karen Indah, Siti Khotimah, Nur Khasanah, Catur Winasih, Sofan Sidiq, Rio Septiawan
Editor : Mugiono & Jukianto
Publikasi : Aruna Pecinta Alam SMA Negeri 1 Kutasari



Tidak ada komentar:
Posting Komentar